directory

background:#004A80; text-align:center; border:#000000 1px solid;">Blog Directory

Senin, 19 Oktober 2015

Pembibitan Tanaman Biji, Setek, Cangkok, Okulasi



Pembibitan Tanaman
Biji, Setek, Cangkok, Okulasi
 Diposkan : Suhartati


          Untuk  mendapatkan tanaman yang bagus  sudah pasti membutuhkan bibit yang bagus juga. Ada berbagai macam cara untuk mendapatkan bibit yang bagus untuk tanaman  diantaranya dengan  biji, setek, mencangkok, okulasi.

          Berikut ini adalah teknik seputar menyemai biji, menyetek, mencangkok dan okulasi tanaman yang bisa kita coba praktekan di rumah.

Menyemai bibit

Menyemai dengan menggunakan biji, perbanyakan tanaman jenis ini disebut generatif. Tanaman yang berasal dari biji mempunyai perakaran yang kuat, pohonnya besar, namun waktu berbuah untuk tanaman yang dihasilkan melalui biji ini lebih lama dibandingkan dengan tanaman yang dihasilkan melalui perbanyakan secara vegetatif seperti cangkok, okulasi dan setek.

Berikut cara menyemai biji :

a.    Bersihkan biji yang sudah dipisahkan dari buah dengan air,  untuk biji yang berlendir dan berukuran kecil dengan menggunakan abu gosok supaya lendir hilang.
b.   Pilih biji yang bagus, padat dan memiliki calon tunas
c.    Seleksi biji dengan cara direndam dalam air , pilih biji yang tenggelam karena lebih bagus dibanding yang terapung.
d.   Rendam biji dalam larutan fungisida dengan  dosis 2-3 gram/liter air, yang sering dipakai adalah Benlate dll.
e.    Sebaiknya biji langsung ditanam supaya cepat tumbuh, ada beberapa biji tanaman jika disimpan terlalu lama maka daya kecambahnya akan turun dan susah untuk tumbuh.
f.    Tanam biji dalam polybag atau bisa juga disemai di bedengan baru setelah tumbuh dipindah ke polybag.
g.    Media yang digunakan untuk menyemai adalah campuran tanah : sekam : pupuk kandang dangan perbandingan 1 : 1 : 1.
h.   Letakkan tanaman di tempat teduh dan tidak terkena cahaya matahari secara langsung
i.     Siram tanaman, penyiraman jangan sampai basah atau menggenang.

Menyetek

Berikut cara untuk menyetek :

a.       Potong-potong batang tanaman yang akan di setek.
b.      Siapkan media tanam dalam polybag atau bedengan.
c.       Untuk mempercepat tumbuh, rendam batang tanaman di dalam ZPT
d.      Angkat dari rendaman ZPT dan tanam batang tanaman di media tanam
e.       Lakukan penyiraman dan perawatan bibit setek ini.

Mencangkok

Berikut Cara Untuk Mencangkok :

a.       Pilih pohon induk dengan kualitas yang baik, Tentukan batang pohon yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
b.      Kerat /buang kulit kayu dari cabang yang telah dipilih dengan menggunakan pisau yang tajam, sepanjang 5 – 10 cm.
c.       Bersihkan kambiumnya sampai benar-benar bersih,kemudian angina-anginkan  sebentar hingga kering.
d.      Siapkan tanah yang sudah di campur dengan pupuk kandang atau kompos, lapisi kambium yang sudah dikerat tadi dengan tanah.
e.        Siapkan plastik atau sabut kelapa untuk menutupi tanah. Ikat dengan tali dikedua ujung plastik yaitu bagian atas dan bawah.
f.       Lubangi plastik dengan bantuan ujung pisau, jika menggunakan sabut kelapa maka tidak perlu dilubangi lagi.
g.       Lakukan penyiraman setiap hari untuk menjaga kelembaban tanah.
h.      Setelah beberapa minggu, akar tanaman sudah banyak yang tumbuh.
i.        Setelah akar banyak lakukan pemotongan cabang untuk memisahkan cangkokan dari batang induknya. 

        O k u l a s i

       Okulasi merupakan perbanyakan tanaman dengan cara menempelkan mata tunas dari pohon induk pada batang bagian bawah berupa pohon yang dihasilkan dari biji. Untuk membuat okulasi diperlukan tanaman yang sejenis, misalnya mangga gedong dengan mangga indramayu bukan dari tanaman yang berlainan jenis.  

Berikut ini cara untuk melakukan okulasi :

a.       Pilih batang bawah dari tanaman yang disemai dari biji kurang lebih telah berumur 6-8 bulan.
b.      Buat jendela okulasi pada batang bawah dengan mengerat lapisan kayu ukuran 1 cm x 5 cm.
c.       Ambil mata tunas dari pohon induk yang akan dijadikan sebagai batang atas, saat mengerat mata tunas jangan sampai lendir kambium pohon induk tertinggal.
d.      Potong mata tunas dengan ukuran lebih kecil dari jendela bagian bawah.
e.       Tempelkan mata tunas pada jendela batang bawah.
f.       Ikat mata tunas yang menempel pada batang bawah dengan tali rafia, harus dilakukan dengan cepat.
g.       Pada saat melakukan okulasi jangan pada saat matahari yang terik serta hindari air jangan sampai masuk ke sambungan.
h.      Siram tanaman setiap hari.
i.        Periksa okulasi ini setiap 2 minggu sekali.
j.        Jika mata tunas berwarna hijau dan tumbuh dengan baik berarti okulasi berhasil, tetapi jika mata tunas berwarna kecoklatan berarti okulasi gagal.
     Demikianlah beberapa  cara untuk menyiapkan bibit, jika kita ingin menanam tanaman buah dalam pot maka sebaiknya kita pilih yang cara cangkok daripada menyemai dengan biji.  Karena pohon hasil cangkokan tidak tinggi dan cepat berbuah dibandingkan dengan tanaman yang ditanam dari biji.

Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.